Selasa, 22 Juli 2014

5 cara mudah mencegah Kanker Serviks

5 cara mudah mencegah Kanker Serviks, - Kanker leher rahim atau yang sering dikenal dengan kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang sulit dideteksi karena tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Anda perlu memperhatikan beberapa hal untuk mengurangi risiko dan mencegah kanker serviks.

5 cara mencegah kanker serviks

Kebanyakan kasus kanker serviks biasanya ditemukan ketika kondisinya telah cukup parah. Ketika kanker serviks telah berkembang, tubuh akan memberikan tanda-tanda seperti perdarahan yang tidak biasa atau perdarahan setelah berhubungan seks dan keluar cairan yang abnormal dari vagina.

Mencegah Kanker Serviks


Ada beberapa cara untuk mencegah kanker serviks menyebar dan mengurangi risiko terkena kanker serviks, seperti dilansir onlymyhealth. Berikut 5 cara mudah mencegah Kanker Serviks yang bisa Anda lakukan khususnya kaum wanita, antara lain:

1. Imunisasi HPV
Imunisasi HPV dapat mencegah risiko HPV pada wanita. Vaksinasi HPV seperti Gardasil telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) yang direkomendasikan untuk gadis-gadis muda sebelum aktif secara seksual.

2. Seks yang aman
Melakukan hubungan seks yang aman adalah salah satu hal dasar yang harus dipatuhi seorang wanita agar terhindar dari kanker serviks. Hal ini dapat menjauhkan Anda dari penyakit menular seksual seperti human papillomavirus (HPV).

Kanker serviks dapat disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), dimana kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Infeksi menular seksual (IMS) ini memiliki lebih dari 40 subtipe dan mempengaruhi alat kelamin pria maupun wanita atau daerah sekitarnya. Infeksi juga dapat menyebabkan kutil kelamin.

3. Tidak gonta-ganti pasangan seks
Wanita yang memiliki banyak pasangan seks berada pada risiko yang lebih tinggi terhadap kanker serviks. Gonta-ganti mitra seksual juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan HPV.

4. Melakukan tes pap secara teratur
Kanker serviks dapat diidentifikasi lebih dini dengan rutin melakukan tes pap, untuk mengetahui apakah ada perubahan pada sel-sel dalam mulut rahim yang mungkin disebabkan karena tumbuhnya sel kanker. Anda dapat memulai untuk melakukan tes pap pada usia 30 tahun dan rutin setiap tahun pada wanita yang berusia lebih dari 65 tahun.

5. Berhenti merokok
Merokok telah diketahui dapat meningkatkan risiko terhadap beberapa kanker, termasuk aknker serviks. Wanita yang merokok atau menjadi perokok pasif memiliki kemungkinan yang lebih besar mengembangkan displasia serviks daripada wanita lain yang terhindar dari paparan asap rokok.

Demikian 5 cara mudah mencegah Kanker Serviks yang bisa Anda jalankan khususnya kaum wanita untuk menjauhkan diri Anda dari penyakit yang sangat menakutkan.

Sebaliknya, bagi yang sudah terlanjur terserang kanker serviks, cepatlah berobat. Baik dengan pergi ke dokter maupun menggunakan obat herbal kanker serviks. Penanganan medis biasanya akan dilakukan berdasarkan tingkat stadium kanker serviks yang diderita.

Sampai saat ini, metode utama pengobatan kanker serviks konvensional, masih bertumpu pada metode operasi dan radioterapi. Pasien kanker serviks biasanya akan disodorkan pada pilihan operasi guna membersihkan lesi kanker dalam serviks.

Pada kasus-kasus tertentu, terutama pada kasus stadium lanjut, pengobatan akan dilanjutkan dengan radioterapi guna memastikan bahwa tidak ada sel kanker yang tersisa dalam tubuh.

Efek samping yang dapat timbul pasca menjalani metode-metode tersebut, bisa jadi berupa resiko infeksi, gangguan fungsi buang air kecil akibat infeksi kandung kemih, dll. Tentu saja, proses pemulihan pada pasien kanker serviks yang menjalani metode pengobatan konvensional ini akan lebih panjang.

Sementara, untuk pengobatan alternatif kanker serviks dilakukan dengan mengonsumsi obat herbal kanker serviks yang punya daya untuk memberantas kanker serviks dan menangkal agar kanker serviks tidak terjadi lagi.

 

Sumber : Detik.com

Minggu, 20 Juli 2014

Menderita Kanker, Buat Apa Takut !!

Menderita Kanker, Buat Apa Takut - “Hidup mati, kaya miskin, jodoh di tangan Tuhan. Kita enggak tahu kita mati kapan. Sejauh kita masih hidup, kita hidup sebaik-baiknya saja. Karena kita enggak tahu kapan kita akan dipanggil sama Tuhan. Orang sehat saja umurnya mungkin lebih pendek dari yang sakit.”

Demikian pelajaran terbesar yang dipahami Tulus (24), salah seorang penderita kanker darah atau leukimia yang sejak 2008 lalu dinyatakan bersih dari penyakit yang diidapnya sejak berumur dua tahun. Sepanjang menjalani berbagai perawatan dan pengobatan hingga saat ini, Tulus meyakini bahwa waktu hidup yang masih diberikan harus dimanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Untuk itulah, meski pada umur 15-20 tahun dirinya harus istirahat total di rumah sakit, Tulus tetap sekolah dan kuliah. Tentu saja, itu dilakukannya di rumah sakit. Tulus pun sudah memasuki tahun terakhir statusnya sebagai mahasiswa jurusan teknologi informasi di Universitas Bina Nusantara.

Pria yang kini juga tengah mengidap penyakit paru-paru, jantung dan penyumbatan syaraf di batang otaknya ini tengah mengerjakan tugas akhirnya untuk segera memperoleh gelar kesarjanaan sambil terus melakukan pemeriksaan rutin di RS Kanker Dharmais.

Namun, lanjutnya, yang paling berarti baginya adalah ketika dalam kondisi ini, Tulus bisa berbagi kepada para penderita kanker lainnya, terutama melalui komunitas Cancer Information & Support Center (CISC). Tulus menyadari bahwa kelemahan tubuhnya merupakan cara Tuhan untuk memberikan dukungan dan keyakinan kepada para penderita kanker lainnya, terutama leukimia, yang selama ini diketahui sebagai penyakit yang berujung pada kematian yang cepat.

“Makanya saya selalu berpikir yang positif saja, suatu saat Tuhan pasti punya rencana yang lain buat saya. Mungkin dengan begini, Tuhan bisa pakai saya buat kasih support ke orang-orang yang lain. Memotivasi orang-orang bahwa leukimia ternyata umurnya bisa panjang. Selama ini orang kan berpikiran kalau sudah divonis leukimia berpikirnya pasti umurnya pendek. Ternyata tidak,” ungkap pemuda yang kadang-kadang sering nekat pergi sendirian dengan kendaraan umum hanya untuk berjalan-jalan.

Pemahaman serupa juga dialami oleh Hesti. Wanita yang divonis menderita kanker payudara ini meyakini tidak ada hubungan langsung antara penyakit dengan kematian. Menurutnya, banyak orang sehat yang juga tanpa disangka akhirnya meninggal terlebih dulu. Untuk itulah, ketika masih ada waktu hidup yang diperolehnya, dirinya mengaku sangat bersyukur.

Rasa syukur diungkapkannya dengan belajar menerima keadaan dan berbagi kepada penderita kanker lainnya. Bahkan, dengan suara indahnya, Hesti juga mengaku ingin terus berbagi kepada orang lain, baik para penderita kanker ataupun yang tidak.

“Kesulitan kita adalah menerima apa yang Tuhan ijinkan terjadi. Walaupun saya menderita sudah hampir tiga tahun, tapi tetap pelayanan saya jalan. Saya tetap mempromosikan ASI, selain itu saya kerja sama dengan dokter saya untuk ngobrol dan memberikan dorongan kepada penderita kanker yang ditangani dokter saya,” katanya.
Ami, warga Bekasi, juga tak pernah menyangka divonis mengidap kanker payudara. Dari dua kali pemeriksaan, setelah biopsi diketahui dia mengidap kanker payudara stadium dua. Dirinya sempat panik dan malu meski harus terus menjalani rangkaian pemeriksaan.

“Saya awalnya takut. Saya bilang kepada Allah, dosa apa saya sampai kena penyakit ini,” ungkap wanita berjilbab ini ketika dijumpai  pada momen yang sama.

Namun hatinya kemudian bisa menerima keadaan ini bukan sebagai akibat dari dosa-dosanya. Menurutnya, siapapun bisa terkena kanker. Penyebabnya memang bersifat medis, sama seperti yang dikatakan oleh pakar bedah onkologi dr. Samuel J Haryono, SpB (K) Onk. dari RS kanker Dharmais sebelumnya. Ami juga mengisahkan guru mengajinya ternyata juga mengidap kanker serupa.

“Saya jadi bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Saya jadi bisa instrospeksi diri lebih baik lagi. Saya dulu yang punya musuh, jadi enggak lagi. Terus dulu cepat marah, sekarang jadinya lebih sabar,” tuturnya.

K-Muricata Obat herbal kanker dari daun sirsak dan keladi tikus. Daun sirsak yang diyakini mampu melawan kanker 10.000 kali lebih ampuh dari pengobatan kemoterapi.

Bagi yang sekarang sedang mengalami penderitaan menderita penyakit kanker segera konsumsi teh K-Muricata, karena teh K-Muricata adalah obat kanker tradisional yang aman tanpa efek samping. K-Muricata mampu menjadi obat berbagai penyakit termasuk 14 penyakit kanker.

Menderita Kanker, Buat Apa Takut.. yang paling semangat untuk bisa sembuh, itu adalah obat paling kuat.

 

JAKARTA, KOMPAS.com.

Sabtu, 18 Januari 2014

Pengguna Insulin, Waspadalah Risiko Hipoglikemia

Gula (glukosa) yang berlebihan di dalam darah bisa merusak berbagai organ tubuh utama, termasuk jantung, saraf, mata, dan ginjal. Memang akibat tersebut tidak segera dirasakan. Tapi, jika Anda tidak mengontrol gula darah, kondisi itu pada akhirnya pasti akan dirasakan.

Karena itu, penderita diabetes disarankan untuk tetap mempertahankan kadar gula darah agar senantiasa mendekati normal. Akan tetapi, terkadang tindakan pengobatan yang berlebihan terhadap diabetes bisa menimbulkan gula darah rendah (hipoglikemia).

Hipoglikemia ternyata sama buruknya dengan kadar gula darah terlalu tinggi. Penelitian yang digelar para ahli dari Cardiff University terhadap 50.000 pasien diabetes tipe 2 menemukan, kadar gula darah yang terlalu rendah meningkatkan risiko kematian, khususnya pada pemakai insulin.

Perbedaan risiko kematian secara signifikan terlihat antara pasien yang memakai insulin dan mereka yang minum obat untuk meningkatkan pelepasan insulin. Ada beberapa hipotesis mengenai hal ini.

Dalam penelitian ini, pasien yang memakai insulin diminta untuk tidak menghentikan penggunaannya. Selain itu, faktor usia serta periode pasien mengidap penyakit diabetes juga ikut berpengaruh.

"Masih belum jelas benar apakah penggunaan insulin yang intensif meningkatkan risiko kematian atau faktor lain. Masih diperlukan pengujian dan penelitian lebih lanjut," kata ketua peneliti, Dr Craig Currie.

Menanggapi hasil studi ini, Dr Iain Frame, Kepala Riset Diabetes UK, mengatakan, selain faktor insulin, kita juga harus mempertimbangkan faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap risiko kematian, yakni usia dan jangka waktu menderita diabetes.

"Makin tua usia pasien, makin banyak penyakit yang mudah menyerang. Faktor gaya hidup pasien dalam mengontrol kadar gula darahnya juga sangat penting," kata Frame.

Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pasien diabetes selalu mengontrol kadar gula darahnya dengan cara mengatur pola makan dan rajin berolahraga serta mengonsumsi obat.

Sangat disarankan untuk pengobatan diabetes menggunakan obat diabetes yang tidak mempunyai efek samping. Melihat sampai sekarang untuk pengobatan secara medis penyakit diabetes belum ada obat yang mampu mengobati secara tuntas, oleh karena itu obat kimiawi yang penggunaanya secara terus menerus akan mempunyai efek samping yang sangat berisiko memperparah penyakit atau menimbulkan masalah penyakit baru.

Sekarang orang mulai beralih dengan pengobatan sistem herbal yang dinilai sangat rendah efek samping, karena obat herbal biasanya diramu menggunakan bahan alami yang tidak kimiawi.

Kembali ke pengobatan diabetes dan menjaga kadar gula darah tetap stabil mengonsumsi obat herbal alami Amazon berries adalah langkah yang tetap untuk menjaga kondisi tetap terjaga.

 

Sumber

Rabu, 25 Desember 2013

Penderita Kanker Payudara Mudah Emosi

obat alami kanker payudara

Penderita Kanker Payudara Mudah Emosi - Ini yang kami tawarkan buat anda para ibu-ibu atau kaum Hawa yang tersiksa dengan gejala-gejal penyakit kanker Payudara ini. Bagi banyak wanita, diagnosis kanker payudara bukan saja berdampak pada fisiknya tetapi juga pada emosinya, pada mentalnya, yang kemudian dapat berpengaruh terhadap hubungannya dengan orang lain. Hubungan dengan temannya, suaminya, anaknya, keluarganya, semua dapat terimbas. Bukankan ketenangan sebuah rumah tangga akan terusik dengan adanya ketidak stabilan emosi tersebut..??

Penderita Kanker Payudara Mudah Emosi


“Menurut pendapatku, kanker mempunyai dampak yang lebih parah terhadap emosi serta hubungan emosional penderita daripada penyakit berat lainnya,” kata Katherine Puckett, LCSW, direktur nasional Mind-Body Medicine, di Pusat Pengobatan Kanker di Chicago, Amerika.

Selanjutnya Puckett menambahkan bahwa ketidakpastian dari penyakit itu sendiri memperparah dampak tersebut. “Ketidaktahuan tentang kanker payudara akan makin meningkatkan emosionalitas penderita yang berkaitan dengan hubungannya dengan orang lain. Hal itu meningkatkan kecemasan dan mengubah segalanya dalam kehidupannya,” kata Puckett.

Tetapi perubahan itu sendiri tidak harus negatif. Bagi beberapa wanita, kanker payudara dapat menjadi pemicu yang mengubah hubungan pertemanan yang biasa menjadi ikatan yang lebih erat dan mendalam, membuat pasangan suami isteri makin dekat, membuat anggota keluarga jadi saling dekat dengan ikatan yang makin kuat.

Bagi wanita lain memang dampaknya dapat negatif. Membuat ia merasa kesepian dan terisolasi, merasa bahwa orang-orang dekatnya tempat ia bersandar makin terasa jauh. Hal yang berperanan dalam bagaimana kanker payudara berdampak pada emosi adalah kemauan untuk berbagi perasaan dengan orang lain, suatu hal yang memang tidak selalu mudah bagi wanita yang menderita kanker payudara.

Wanita mempunyai peranan sebagai pengasuh dan perawat orang lain. Oleh karena itu sangat berat untuk melepaskan naluri tersebut dan kemudian berubah menjadi orang yang perlu dilayani atau diperhatikan. Bagi banyak wanita, mengubah diri menjadi orang yang perlu dirawat dan diasuh orang lain, merupakan hal yang sangat berat karena sebenarnya ia tidak ingin dianggap lemah dan tidak mampu mengurus diri sendiri.

Penderita kanker payudara perlu disadarkan bahwa kesediaan berbagi perasaan dan meminta pertolongan adalah justru suatu kekuatan yang dapat mengukuhkan hubungannya dengan orang lain. Demikian kata Mauricio Murillo, MD, seorang psikiater onkologi dan direktur Supportive Service di Universitas New York.

Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti diatas, segera lakukan pemeriksaan kesehatan dan untuk menghindari penyakit kanker payudara mulailah dengan gaya hidup sehat, olah raga teratur dan konsumsi obat herbal untuk menghambat sel kanker.

Kami menyarankan untuk kebutuhan obat herbal kanker Anda bisa meminum teh K-Muricata sebagai Obat Penyakit Kanker payudara

Untuk informasi lebih banyak tentang obat herbal kanker baca: K-Muricata Obat Kanker Payudara yang ampuh

 

Manfaat Acai Berry Dalam Amazon Plus

Manfaat Acai Berry Dalam Amazon Plus - Dalam artikel ini kami akan mengupas tuntas tentang kandungan manfaat Açai Berry dalam Obat Herbal Amazon Plus dan komponen bahan bakunya, berkisar tentang khasiat dan manfaat Obat herbal alami ini bagi kesehatan kita. Açai Berry telah tumbuh di kawasan Amerika latin khususnya Brazil dan Argentina dan negara-negara lainnya sejak ribuan tahun silam, namun baru diperkenalkan ke seluruh benua Amerika pada akhir tahun 1990-an termasuk Amerika Serikat, negara yang pada akhirnya mempulerkan Açai Berry sebagai minuman kesehatan herbal yang sangat berkhasiat dalam menjaga kesehatan, bahkan menyembuhkan berbagai penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, stroke, diabetes, alzheimer, hiv/aids, dan penyakit-penyakit lainnya. Sudah menjadi hal yang wajar, ketika Açai Berry terkenal di negeri Paman Sam, dan dalam waktu singkat nama Açai Berry sudah mendunia, termasuk di Asia khususnya Indonesia. Di Indonesia baru beberapa tahun belakangan ini orang mengetahui manfaat terbesar dari Açai Berry, seperti menurunkan kolesterol, memperlancar pencernaan, menurunkan berat badan dan meningkatkan energi. Açai Berry sebagai superfood nomor 1 di Amerika Serikat dan kini hadir di Indonesia.

Sejarah Açai Berry

Açai Berry pertama kali digunakan oleh penduduk hutan Amazon untuk mengobati berbagai penyakit. Beberapa suku yang lain menggunakan Açai Berry secara eksklusif dalam diet mereka, sehingga mereka bisa hidup sehat dan hidup lebih lama. Manfaat dari Açai Berry dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit bukanlah hal yang baru. Nach inilah bahan baku yang digunakan untuk Obat herbal Amazon Plus tersebut sehingga manfaat Obat Herbal Amazon Plus ini sudah tidak diragukan lagi secara ilmiah.

Suku pedalaman Amazon mengungkapkan bahwa konsumsi Açai Berry secara rutin membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka. Ketika konsumsi Açai Berry secara teratur mereka jarang terserang penyakit, lebih energik dan lebih sehat. Mereka bahkan menggunakan Açai Berry sebagai minuman pengganti anggur yang disajikan saat pesta-pesta besar saat itu. Semakin rutin mengonsumsi Açai Berry, semakin banyak juga manfaat yang dirasakan.

Dimanakah Açai Berry Tumbuh?

Manfaat Acai Berry Dalam Amazon PlusAçai Berry adalah sebuh pohon palem besar yang tumbuh di pedalaman hutan Amazon. Pada zaman dahulu, penduduk sekitar pedalaman Amazon suka memanjat pohonnya untuk mengambil buahnya. Namun, setelah Açai Berry terkenal, semua orang menemukan dan merasakan manfaatnya, Açai Berry menjadi komoditi yang paling diburu dan diproduksi secara massal. Hasil pabrikan Açai Berry akan dikirim melalui kapal ke pasar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Açai Berry diperkenalkan kepada peradaban Barat dalam berbagai kemasan baik dalam bentuk jus serta makanan ringan kesehatan. Açai Berry menjadi daya tarik setiap orang dipasaran hingga tampil di berbagai media televisi seperti Oprah Winfrey Show dan Rachael Ray Show di Amerika Serikat. Sebuah talk show yang mempunya rating penonton tertinggi di Amerika Serikat beberapa tahun belakangan ini. Açai Berry bukan sembarang buah, Açai Berry buah spesial dengan khasiat dan kegunaan yang spesial juga.

Penelitian

Pada tahun 2006 Studi Universitas Florida menunjukkan, Açai Berry asal Brasil dapat menghancurkan sel-sel kanker. Diterbitkan pada Journal of Agricultural and Food Chemistry, penelitian menunjukkan ekstrak dari Açai Berry (ah-SAH'-ee) memicu penyebab hancurnya sel-sel leukemia yang diuji hingga 86 persen, kata Stephen Talcott, asisten profesor UF’s Institute of Food and Agricultural Sciences.

“Açai Berry mengandung fitonutrien (nutrisi tumbuh-tumbuhan yang diyakini dapat membantu menjaga kesehatan) untuk melawan kanker. Açai Berry, secara khusus memiliki konsentrasi yang sangat tinggi dari fitokimia yang disebut anthocyanin. Dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel pra kanker dan menjaga pembuluh darah dari pembentukan tumor atau kanker baru,” ungkap Gary D. Stoner, Ph.D, profesor kedokteran internal di The Ohio State University College of Medicine. Manfaat Açai Berry dapat membantu mengobati penyakit: usus besar, esofagus, mulut dan kanker kulit.

Tidak seperti buah-buahan lainnya, Açai Berry memiliki nilai lemak dan kalori yang tinggi. 100 g buah Açai Berry menyediakan sekitar 80-250 kalori. The antioxidant value of Açai, fruit pulp/skin, powder described in ORAC units is: 102,700 μ mol TE/100g. Skor ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) dari açai berry 102.700, berbeda dengan buah manggis yang memiliki nilai ORAC sebesar 2.510. The antioxidant value of Mangosteen, raw described in ORAC units is: 2,510 μ mol TE/100g. Itu artinya kadar antioksidan yang dimiliki Açai Berry 40 kali lipat lebih besar dari buah manggis.Nach dengan demikian secara otomatis Amazon plus sebagi produk Turunan yang berbahan baku Açai Berry bermanfaat sebagai antioksidan untuk tubuh kita

“Açai possesses an amazing nutrient profile … an impressive combination of omega-3, omega-6 and omega 9 essential fatty acids, phytosterols, vitamins such as B1, B2, B3, E, and C, minerals such as phosphorus, calcium, and potassium, and essential amino acids. Vitamin C helps rejuvenate and revitalize your skin... Açai has extremely high ORAC (antioxidant) value … higher than mangosteen, prunes, pomegranates, cranberries … nothing even comes close. The açai berry boasts the highest per unit value of antioxidant power (ORAC) of any edible fruit in the world, Dr. Joseph Mercola, D.O.

Açai Berry memiliki nutrisi yang menakjubkan, kombinasi yang mengesankan omega-3, omega-6 dan omega 9 asam lemak esensial, fitosterol, vitamin seperti B1, B2, B3, E, dan C, mineral seperti fosfor, kalsium, dan kalium, serta asam amino esensial. Vitamin C membantu meremajakan dan merevitalisasi kulit. Açai Berry memiliki ORAC yang sangat tinggi (antioksidan) dibandingkan dengan manggis. Dalam tubuh, antioksidan membantu menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel-sel penyebab masalah kesehatan, seperti kanker, jantung dan sebagainya.

Açai Berry Buah Antioksidan Tinggi

Açai Berry merupakan buah super antioksidan yang memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan. Ada banyak hal tentang Açai Berry yang masih belum diketahui oleh banyak orang, dan rata-rata mereka tidak menyadari manfaat Açai Berry sepenuhnya. Tidak hanya sebagai antioksidan, tapi juga dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker.

"Kita semua tahu bahwa setelah didiagnosis terkena penyakit kanker, setiap orang hampir selalu merasa takut, seolah-olah hukuman mati telah diberikan kepada mereka. Itu semua hanya masalah waktu. Tapi, saya adalah seorang dokter yang tidak hanya mendiagnosis penyakit, melainkan juga memberikan harapan selama seseorang masih punya kemauan,” Ungkap Dr Sonny Viloria, Direktur Medis dan pemilik Biovitale Health Clinic, Symbios Holistic dan Wellness Sanctuary.

Baginya menyerah bukanlah pilihan, "Itu sebabnya saya sertakan dalam perawatan pasien saya model pengobatan yang lain seperti diet, olahraga, obat-obatan, dan dosis tinggi dari buah super yakni Açai Berry. Saya memberikan obat farmakologis yang tepat dan model pengobatan lain yang mendukung proses pemulihannya, hasilnya mereka lebih cepat pulih,” jelasnya.

Studi menunjukkan bahwa Açai Berry tidak hanya memiliki antioksidan tertinggi yang dikenal manusia. Tetapi juga sebagai sumber sterol, asam lemak esensial, serat, mineral, dan asam amino. Asam lemak esensial, omega 3, 6, dan 9 membantu memperlambat efek penuaan serta dapat menurunkan lemak jahat seperti kolesterol.

" Açai Berry kaya akan antioksidan untuk melawan dan menyingkirkan radikal bebas yang merusak sel. Radikal bebas dapat menyebabkan diabetes, arthritis, penyakit jantung, serta menyebabkan pertumbuhan kanker, tumor, leukemia dan sebagainya," tutur Viloria.

Para ilmuwan telah mengatakan bahwa Açai Berry merupakan makanan super nomor satu di dunia. Dr. Viloria menjelaskan, "Hal ini karena Açai Berry mengandung 10 kali tingkat antioksidan dari buah anggur merah dan Blue Berry. Dalam penelitian saya sendiri, Açai Berry efektif sebagai suplemen kesehatan untuk pasien saya. Saya juga belajar bahwa tingkat ORAC harian yang direkomendasikan adalah antara 3.000-5.000! Tapi, kebanyakan orang selalu sibuk dan lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji dan mie instan, dan hasilnya mereka hanya mendapatkan kurang dari 1.000 ORAC per hari!” tandasnya.

Viloria menyarankan setiap pasiennya supaya makan makanan dengan kandungan antioksidan yang lebih besar, yakni mencari makanan dengan tingkat ORAC yang tinggi. Semakin tinggi jumlah ORAC, maka sifat antioksidan yang dimiliki lebih kuat. Sebut saja Açai Berry yang memiliki skor ORAC menakjubkan.

Dikutip dari berbagai sumber .

Senin, 23 Desember 2013

Bedakan Benjolan Tumor dan Kanker Payudara

Perbedaan tumor dan kanker payudara - Kanker payudara merupakan ancaman serius bagi kaum hawa. Bagaimana tidak, prevalensinya menempati urutan wahid jenis kanker paling banyak pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. Untuk itu, wanita perlu lebih waspada dengan rutin melakukan pemeriksaan pada payudaranya.

Namun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Faktanya, hanya 15 persen dari benjolan yang bisa berkembang menjadi kanker. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (PP POI) Dradjat Ryanto Suardi mengatakan, selain kanker benjolan bisa berupa tumor jinak, namun keduanya tetap perlu diwaspadai.

"Tumor jinak lebih tidak berbahaya daripada kanker karena tidak menyebabkan kegagalan organ yang dihinggapinya," jelasnya dalam konferensi pers Breast Cancer Expert Forum dengan tema "Transforming Advanced Breast Cancer at the Molecular Level", di Jakarta.

Dradjat pun menjelaskan perbedaan keduanya, pertama kanker lebih cepat bertumbuh dibandingkan dengan tumor. Dalam 8-200 hari, sel-sel kanker bisa membelah dengan sangat cepat. Sementara tumor jinak pertumbuhannya lebih lambat.

Kedua, ketika diraba, benjolan kanker terasa padat dan keras. "Sel-sel kanker bila teraba rasanya akan seperti meraba tulang," ujar dokter spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, ini.

Sementara itu, benjolan tumor akan teraba lebih lunak. Dradjat menjelaskan, benjolan tumor pun bisa mengalami pergeseran jika ditekan, tidak seperti kanker yang kaku. Ini karena sel-sel kanker umumnya melakukan infiltrasi (penyusupan) terhadap jaringan-jaringan di sekitarnya, maka sulit untuk digerakan.

"Benjolan akibat kanker yang sudah berkembang lebih lanjut juga menyebabkan perubahan pada permukaan payudara, misalnya puting yang tertarik ke dalam, itu karena infiltrasi tadi," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdit Penyakit Kanker Kementerian Kesehatan RI Niken Wastu Palupi, pemeriksaan payudara yang dilakukan secara rutin akan meningkatkan sensitivitas pemeriksanya untuk mendeteksi adanya benjolan. Artinya, kemampuan membedakan antara benjolan kanker dan tumor juga meningkat.

"Jika rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri, benjolan berukuran 1,2 sentimeter saja sudah dapat teraba," ujar dia.

Kanker payudara merupakan pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel payudara yang berubah menjadi ganas. Saat ini, kanker payudara adalah kanker yang paling banyak dialami oleh wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus kanker payudara mencapai 35 persen dari total kasus kanker.

Semoga informasi perbedaan tumor dan kanker payudara ini bisa memberikan wawasan lebih tentang seluk beluk penyakit pada organ payudara.

 

 

Sumber : Bedakan Benjolan Tumor dan Kanker pada Payudara

Sabtu, 21 Desember 2013

"Intip Vagina Aku", Deteksi Kanker Serviks

5 cara mencegah kanker serviks

"Intip Vagina Aku", Deteksi Kanker Serviks - Mengetahui status kesehatan terkini merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan dalam menjaga kesehatan. Dengan mengetahuinya, kita dapat mengenali faktor risiko, bahkan deteksi dini penyakit.

Status kesehatan umumnya diketahui dengan melakukan tes kesehatan. Khususnya untuk kanker serviks atau leher rahim, cara yang biasa dilakukan adalah dengan pap smear. Namun, cara itu cukup mahal dan membutuhkan waktu untuk mengetahui hasilnya. Pilihan lainnya adalah inspeksi vagina dengan asam asetat (IVA) atau tes IVA.

"Agar lebih mudah diingat, IVA juga bisa disebut sebagai 'Intip Vagina Aku'," ujar Fitriyadi Kusuma, spesialis kebidanan dari Divisi Ginekologi dan Onkologi Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, saat ditemui di diskusi kesehatan SOHO #BetterU di Jakarta.

Fitriyadi mengatakan, pap smear masih merupakan standar emas untuk mendeteksi risiko kanker serviks karena tingkat akurasinya di atas 90 persen. Namun, teknik pemeriksaan lain dengan tes IVA juga bisa jadi pilihan, dengan harga lebih murah dan tingkat akurasi yang tak berbeda jauh.

Prinsip tes IVA, terang dia, yaitu dengan menggunakan asam asetat pada vagina untuk melihat jika ada tanda-tanda visual dari kanker serviks atau gejala prakanker. Tes IVA perlu dilakukan oleh tenaga medis terlatih. Saat ini, di Indonesia terdapat sekitar 1.000 tenaga medis yang terampil melakukan tes IVA.

Menurut Fitriyadi, tes IVA lebih mudah dan jauh lebih murah dibandingkan tes pap smear. Bahkan dengan biaya kurang dari Rp 2.000, tes IVA sudah dapat dilakukan. Akurasinya pun tidak berbeda signifikan dengan pap smear, yaitu sebesar 70-80 persen. Sayangnya, tes IVA tidak memiliki dokumentasi sehingga rekam jejaknya tidak dapat dilihat kembali pada kemudian hari.

"Maka kalau sudah ada tanda-tanda positif dari gejala kanker atau prakanker, biasanya langsung diberi terapi agar tingkat keberhasilan pengobatan lebih besar," cetusnya.

Kepala Subdit Pengendalian Penyakit Kanker Kementerian Kesehatan Niken Wastupalupi mengatakan, kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks di Indonesia masih rendah. Hingga 2013, baru ada 635.181 orang yang sudah pernah melakukan tes IVA.

"Dari jumlah itu, 28.000-an orang dinyatakan positif HPV, dan 792 orang diduga sudah mengalami kanker serviks," paparnya.

Kanker serviks sendiri merupakan ancaman serius bagi kesehatan wanita. Data Globocan dari WHO memperkirakan, di dunia, setiap satu menit ada satu kasus baru kanker serviks, dengan kasus kematian setiap dua menit. Adapun di Indonesia, 41 kasus baru terjadi setiap harinya dengan 20 kematian.

WHO juga menyebutkan, pada tahun 2013, kanker serviks dialami oleh 15.000 wanita di Indonesia. Ini menjadikan kanker serviks menjadi kanker kedua dengan prevalensi tertinggi, di bawah kanker payudara.

 

Sumber: Terasberita.info